Semua berawal dari obrolan santai sore hari 5 mahasiswa perantau dari seberang pulau di Salatiga yang dingin ditemani kopi panas, rokok ketengan, petikan gitar cempreng, dan suara yang pas-pasan.
Lalu, mimpi-mimpi mulai berkecambah. Mewujud menjadi sebuah nama: Letter L