Sebagai wujud apresiasi terhadap karya-karya lokal tentang Toraya, kami bekerja sama dengan Penerbit Senandika di Bandung yang menerbitkan sebuah novel tentang Toraya berjudul Landorundun. Novel ini adalah novel pertama tentang Toraya yang ditulis oleh putra Toraya bernama Rampa' Maega. Senada dengan semangat kami untuk mengeksplorasi tradisi dan warisan budaya lokal, novel Landorundun merupakan sebuah bentuk adaptasi terhadap cerita rakyat Toraya dengan judul yang sama.
Untuk edisi perdana kaos Landorundun yang hanya dicetak sebanyak 55 buah, kami membuat desain yang sesuai dengan pesanan dari Penerbit Senandika seperti pada gambar berikut:
Untuk selanjutnya, kami akan membuat desain dengan pilihan warna yang lebih beragam untuk desain kaos novel Landorundun. Namun tentunya, warna-warna dasar pada ukiran Toraya akan menjadi pilihan kami, yaitu: mararang (merah), malotong (hitam), mabusa (putih), dan mariri (kuning).


{ 1 comments... read them below or add one }
Harganya berapa ya?
Posting Komentar